Tampilkan postingan dengan label Tokoh Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 September 2013

Posted by Kelompok 11 On 23.06
David Ricardo (19 April 1772 - 11 September 1823) adalah seorang ekonom politik Inggris, sering dikreditkan dengan sistematis, ekonomi, dan merupakan salah satu yang paling berpengaruh dari ekonom klasik, bersama dengan Thomas Malthus, Adam Smith, dan John Stuart Mill. Dia juga anggota DPR, pengusaha, pemodal dan spekulan, yang mengumpulkan kekayaan pribadi yang cukup. Mungkin kontribusi yang paling penting adalah hukum keunggulan komparatif, sebuah argumen mendasar dalam mendukung perdagangan bebas antara negara-negara dan spesialisasi antar individu.
Ricardo berpendapat bahwa ada saling menguntungkan dari perdagangan (atau tukar) bahkan jika salah satu pihak (misalnya negara kaya sumber daya alam, yang sangat terampil pengrajin) lebih produktif di setiap wilayah mungkin dari pada rekan perdagangan (misalnya negara miskin sumber daya, buruh tidak terampil), selama masing-masing berkonsentrasi pada kegiatan di mana ia memiliki keuntungan produktivitas relatif. 

Singkat Cerita.... 
Lahir di London, Ricardo adalah anak ketiga dari 17 anak-anak dari keluarga Yahudi Sephardic asal Portugis yang baru saja pindah dari Belanda. Ayahnya adalah seorang pialang saham sukses. Pada usia 21, Ricardo kawin lari dengan Anne Quaker, Priscilla Wilkinson, menyebabkan keterasingan dari keluarganya. Ayahnya tidak mengakui dirinya dan ibunya tampaknya tidak pernah berbicara dengan dia lagi. Tanpa dukungan keluarga, ia memulai bisnis sendiri sebagai seorang pialang saham, di mana ia menjadi berkat cukup berhasil untuk koneksi yang dibuatnya ketika bekerja dengan ayahnya. Selama Pertempuran Waterloo, seperti Nathan Mayer Rothschild ia bertaruh melawan kemenangan Perancis dan diinvestasikan pada efek Inggris. Pada saat ia pensiun dari Bursa pada usia 43, kekayaannya diperkirakan sekitar £ 600,000 pada masanya.

Pada saat pernikahannya, Ricardo terputus dari Yudaisme dan menjadi Unitarian. Dia memiliki delapan anak termasuk tiga anak, di antaranya Osman Ricardo (1795-1881; MP untuk Worcester 1847-1865) dan lain David Ricardo (1803-1864, MP untuk Stroud 1832-1833) menjadi anggota parlemen, sementara yang ketiga, Mortimer Ricardo, menjabat sebagai pejabat di Garda Hidup dan seorang letnan wakil untuk Oxfordshire. Dia adalah salah satu anggota asli The Geological Society. Ricardo menjadi tertarik pada ekonomi setelah membaca
Adam Smith Wealth of Nations pada tahun 1799 pada liburan ke resort Inggris Bath. Ini adalah kontak pertama Ricardo dengan ekonomi. Ia menulis artikel pertamanya ekonomi pada usia 37 dan dalam sepuluh tahun lagi dia mencapai puncak ketenarannya. 
Ricardo bekerja dengan bursa membuatnya cukup kaya, yang membuatnya untuk pensiun dari bisnis pada tahun 1814 pada usia 42. Dia kemudian dibeli dan pindah ke Gatcombe Park, sebuah kawasan di Gloucestershire. Pada tahun 1819, Ricardo mengambil kursi di House of Commons mewakili Portarlington, sebuah borough busuk Irlandia. Dia memegang kursi, yang awalnya telah tersedia kepadanya oleh temannya, Percakapan Sharp, sampai kematiannya pada 1823. Pada tahun 1846 keponakannya, John Lewis Ricardo, MP untuk Stoke-on-Trent, perdagangan bebas menganjurkan dan pencabutan Undang-undang Gandum. Ricardo adalah teman dekat dari James Mill, yang mendorong dia dalam ambisi politik dan tulisan tentang ekonomi. Teman terkenal lainnya termasuk Jeremy Bentham dan Thomas Malthus, dengan siapa Ricardo memiliki debat yang cukup (dalam korespondensi) atas hal-hal seperti peran pemilik tanah di masyarakat. Dia juga adalah anggota dari intelektual London, kemudian menjadi anggota Malthus'Politik Ekonomi Club , dan anggota Raja Clubs (King of Clubs).

The Theory : 
Ia mengemukakan suatu teori yang disebut teori nilai kerja. Upah pekerja menurut Ricardo tergantung kepada keperluan subsistensi, yaitu kebutuhan minimum yang diperlukan  para pekerja agar dapat bertahan hidup.kebutuhan minimum menurut Ricardo tergantung pada lingkungan dan adat istiadat.

Menurut Ricardo, ketika standar umum kehidupan meningkat, upah minimum yang dapat dibayarkan kepada pekerja juga meningkat. Dengan demikian, tingkat upah pada abad ke-19 tidak akan sama dengan tingkat upah pada abad ke-20. Hal ini mengisyaratkan bahwa Ricardo mengantisipasi adanya perubahan perekonomian secara menyeluruh. Selain itu, Ricardo mengantisipasi adanya perubahan perekonomian secara menyeluruh. selain itu, Ricardo mempertimbangkan kondisi pekerja. Yang mana Jika standar kehidupan minimum meningkat, maka upah minimum juga meningkat. 

Teori keunggulan komparatif
Teori keunggulan komparatif (theory of comparative advantage) merupakan salah satu teori dari beberapa teori yang dikemukakan oleh David Ricardo. Menurutnya, perdagangan internasional terjadi bila ada perbedaan keunggulan komparatif antarnegara. Ia berpendapat bahwa keunggulan komparatif akan tercapai jika suatu negara mampu memproduksi barang dan jasa lebih banyak dengan biaya yang lebih murah daripada negara lainnya. Sebagai contoh, Indonesia dan Malaysia sama-sama memproduksi kopi dan timah. Indonesia mampu memproduksi kopi secara efisien dan dengan biaya yang murah, tetapi tidak mampu memproduksi timah secara efisien dan murah. Sebaliknya, Malaysia mampu dalam memproduksi timah secara efisien dan dengan biaya yang murah, tetapi tidak mampu memproduksi kopi secara efisien dan murah. Dengan demikian, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi kopi dan Malaysia memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi timah. Perdagangan akan saling menguntungkan jika kedua negara bersedia bertukar kopi dan timah.

Dalam teori keunggulan komparatif, suatu bangsa dapat meningkatkan standar kehidupan dan pendapatannya jika negara tersebut melakukan spesialisasi produksi barang atau jasa yang memiliki produktivitas dan efisiensi tinggi.

Posted by Kelompok 11 On 22.37

 Alfred Marshall Alfred Marshall bapak ilmu ekonomi Neoklasik merupakan ahli ekonomi yang paling berpengaruh di zamannya. Melalui bukunya yang berjudul Principles of Economy (1890), ia mengembangkan ide tentang penawaran dan  permintaan, marginal utility dan biaya produksi dalam suatu koherensi. Ia dikenal sebagai salah satu penemu ekonomi.Karya pemikiran Marshall secara garis besar diantaranya :Teori Perilaku Konsumen (Theory of Consumers Behavior)Alfred Marshall mengembangkan sintesis pengertian tentang nilai subjektif pada faedah marginal dengan unsur objektif yang melekat pada pengertian biaya marginal. Nilai dan harga barang di pasar dipengaruhi baik oleh konsumen maupun produsen. Konsumen mempengaruhi harga dengan mendasarkan pada penilaian subjektif pada suatu barang, yang secara keseluruhan membentuk permintaan pasar.
Umumnya, konsumen akan meneruskan pembelian terhadap suatu produk untuk jangka waktu yang lama karena telah mendapatkan kepuasan dari produk yang sama yang telah dikonsumsinya. Teori ini dapat disimpulkan bahwa konsumen memiliki loyalitas tinggi terhadap merek suatu produk yang mampu memberikan kepuasan, nilai tersendiri bagi pemakainya dan adanya bukti nyata akan kualitas dan kehandalan yang ditawarkannya.Perilaku semacam ini bukan berarti menjadikan merek tertentu sebagai market leader dan tidak perlu lagi untuk melakukan komunikasi pemasaran secara terpadu. Berdasarkan teori kepuasan marginal di atas, terdapat asumsi-asumsi yang biasanya dipakai yaitu bahwa:a. Konsumen memaksimumkan kepuasan berbatas pada kemampuan finansialnya,b. Konsumen mempunyai pengetahuan tentang beberapa alternatif sumber,c. Ia selalu bertindak dengan rasional.
Disisi lain, Biaya rill oleh Marshall diartikan sebagai “pengorbanan” dari pihak tenaga kerja, sama halnya dengan “pengorbanan” dari pihak pemilik modal yang menyediakan jasa dana modalnya. Pengorbanan pihak tenaga kerja itu disebut sebagai disutility of labour, sedangkan pengorbanan pihak pemilik modal disebut sebagai waiting (pemiliknya harus menunggu selama beberapa waktu sebelum jasa modal membuahkan imbalan jasanya berupa bunga bagi pemilik yang bersangkutan).Selain itu, Alfred Marshall juga mengemukakan tentang paradoks nilai suatu barang yang diterapkan pada kasus intan dan air yang menyempurnakan paradoks nilai suatu barang yang dikemukakan oleh kaum klasik seperti Adam Smith dan David Ricardo. Dalam kehidupan sehari-hari sering ditemukan keadaan yang berlawanan dengan pendapat umum (paradoks). Menurut kaum klasik nilai sebuah barang merupakan nilai dalam penggunaan, sementara harga mewakili nilai dalam pertukaran sehingga bila manfaat suatu barang sangat besar maka semakin tinggi nilainya.Menurut kaum neoklasik nilai atau harga intan lebih tinggi dari nilai air bukan karena biaya untuk mendapatkan intan lebih besar daripada untuk mendapakan air, melainkan karena utilitas marginal(utilitas dari pengkonsumsian satu unit intan terakhir) yang besar. Karena itu, orang mau menghargai intan lebih tinggi daripada air. Inti pandangan neoklasik mengenai harga suatu barang yaitu ditentukan oleh marginal utility.
Teori HargaMenurut Alfred Marshall, harga terbentuk sebagai integrasi dua kekuatan pasar: penawaran dari pihak produsen dan permintaan dari pihak konsumen.


Selain itu ada juga kontribusi pemikiran Marshall tentang persamaan kuantitas uang: Kebutuhan uang untuk transaksi ini berkembang secara proporsiaonal dengan tingkat pendapatan nasional, seperti terlihat dalam model persamaan berikut :Mt = k.YPersamaan ini dikembangkan oleh Alfred Marshall, Dimana :Mt = Kebutuhan uang untuk transaksi di suatu waktuY = Pendapatan nasionalK = Besar kecilnya keinginan masyarakat untuk memegang bagian dari
       pendapatan/kekayaannya dalam bentuk kas
       pendapatan/kekayaannya dalam bentuk kasConsumers’ Surplus dan Produsers’ Surplus (Surplus Konsumen dan Surplus Produsen)Ciri lain dalam kerangka pemikiran Marshall ialah apa yang disebut sebagai consumers’ surplus. Pengertian kata ini mencerminkan kelebihan kepuasan yang dinikmati konsumen dalam arti : konsumen itu membeli barang dengan harga yang tingkatannya lebi rendah, padahal konsumen itu sebenarnya bersedia untuk membayarnya dengan harga yang lebih tinggi. Misalnya konsumen sedianya rela untuk membeli barang tertentu dengan harga 100 Rupiah. Dalam transaksi jual beli, ia harus membayar hanta Rp 75. Jumlah Rp 25 yang ternyata tidak perlu dibayar merupakan semacam premi ataupun kelebihan kepuasan bagi konsumen, yaitu consumers’ surplus yang dimaksud tadi. Sebaliknya juga bisa terjadi bahwa dalam keadaan tertentu seorang produsen menikmati kelebihan kepuasan berupa producers’ surplus. Dalam perkembangan kemudian, oleh para pemikir ekonomi lazim digunakan istilah-istilah consumers rent dan producers rent sebagai pengganti consumers surplus yang semula digunakan oleh Alfred Marshall. Hal itu satu sama lain kiranya agar lebih sering dengan land rent sebagai imbalan jasa bagi tanah dengan mutu lahan yang lebih tinggi dibanding dengan tanah di batas yang masih dimanfaatkan dalam proses produksi.
Elastisitas Permintaan dan Elastisitas PenawaranMekanisme permintaan dan penawaran dapat mendatangkan ketidakstabilan, karena setiap usaha yang dilakukan untuk kembali ke posisi seimbang ternyata membuat tingkat harga dan jumlah barang menjauhi titik keseimbangan. Keadaan tidak stabil itu terjadi jika kurva penawaran berjalan dari kiri-atas ke kanan-bawah. Jika variabel kuantitas independen, terjadi kestabilan, tetapi jika berubah harga menjadi independen, maka keadaan menjadi tidak stabil.Selain sintesis dan peranan yang berimbang antara biaya marginal dan paedah marginal, serta consumers surplus dan producers surplus, sebagaimana diulas diatas, kini harus disebut tentang konsep elastisitas yang berkaitan dengan sisi permintaan maupun dengan sisi penawaran : elasticity of demand and elasticity of supply. Sehubungan dengan itu juga tentang konsep substitusi (elasticity of subtitusion).Pengertian kata elastisitas menyangkut respons ataupun reaksi suatu variable terhadap perubahan persentase pada variable lain. Secara sederhana rumus umum dari elastisitas adalah: . Mengenai sifat elastisistas pada permintaan, yang palin sering dihadapi sebagai permasalahan ekonomi adalah elastisitas permintan (reaksinya) terhadap perubahan pada pendapatan (income elasticity of demand). Perubahan perubahan itu dinyatakan dalam persentase.Elastisitas permintaan terhadap harga menyangkut hubungan antara tingkat harga dan jumlah barang yang dibeli (tingkat pembelian) dan mencerminkan perubahan persentase pada tingkat pembelian (jumlah yang dibeli) dibagi oleh perubahan persentase pada tingkat harga.Elastisitas permintaan terhadap pendapatan menyangkut hubungan antara tingkat pendapatan seseorang pembeli dan tingkat pembeliannya (jumlah yang dibeli) dan mencerminkan perubahan presentase pada tingkat pembelian dibagi oleh perubahan presentase pada tingkat pendapatan.
Posted by Kelompok 11 On 06.59



KARL MARX DENGAN SEGALA PEMIKIRANNYA
Karl Marx

Karl Marx lahir di Trier, sebuah kota di Jerman, dekat perbatasan dengan Prancis di tahun 1818. lahir setelah perang Napoleon, dan setahun setelah David Ricardo meluncurkan bukunya “The Principles of Political Economy”. Dia merupakan pendiri Idiologi komunis yang sekaligus merupakan seorang teoritikus besar kapitalisme. Bukan hanya sekedar ekonom, namun juga seorang philosopis, sosiologis, dan seorang revolusionir. Merupakan seorang profesor dalam berbagai ide yang Revolusioner, yang menginspirasi pemikir-pemikir lainnya. Setelah menyelesaikan gelar Ph. D dalam filsafat pada tahun 1841 di Bonn, Berlin, dan Jena. Maka dari sinilah karier Marx dimulai. Pemikiran Karl Marx merupakan adopsi antara filsafat Hegel, French, dan tentunya pemikiran dari David Ricardo (pemikir teori ekonom klasik). Analisa Karl Marx tentang kapitalisme merupakan aplikasi dari teori yang dikembangkan oleh G.W.F Hegel, dimana teorinya berpendapat juka,”sejarah berproses melalui serangkaian situasi dimana sebuah ide yang diterima akan eksis, tesis. Namun segea akan berkontradiksi dengan oposisinya, antitesis. Yang kemudian melahirkanlah antitesis, kejadian ini akan terus berulang, sehingga konflik-konflik tersebut akan meniadakan segala hal yang berproses menjdai lebih baik.”

Karl Marx beserta teman dekatnya, yakni Friedrich Engles (1820-1895) menuliskan sebuah buku “Das Kapital”, yang isinya kurang lebih tentang bagaimana ekonomi sosial atau komunis diorganisasikan. Yang kemudian disusul buku The Communist Manifesto (1848) yang berisikan daftar singkat karakter alamiah komunis. Dimana suprastruktur yang berfungsi untuk menjaga relasi produksi yang dipengaruhi oleh historis (seni, literatur, musik, filsafat, hukum, agama, dan bentuk budaya lai yang diterima oleh masyarakat).
Prinsip-prinsip komunis modern dalam bukunya tersebut antara lan :
1. pengahapusan kekayaan tanah dan menerapkan sewa tanah bagi tujuan-tujuan publik.
2. pengenaan pajak pendapat (tax income) yang bertingkat.
3. pengapusan seluruh hak-hak warisan.
4. penarikan kekayaan seluruh emigran dan para penjahat atau pemberontak.
5. sentralisasi kredit pada negara melalui bank nasional dengan modal negara dan monopoli yang bersifat eksklusif.
6. sentralisasi alat-alat komunikasi, dan transportasi di tangan negara.
7. perluasan pabrik dan alat-alat produksi yang dimilki oleh negara, menggarap tanah yang tanah, dan meningkatkan guna tanah yang sesuai dengan perencanaan umum.

Karl Marx percaya dalam kapitalisme, terjadi keterasinagan (alienasi) manusia dari dirinya sendiri. Kekayaan pribadi dan pasar menurutnya tidak memberikan nilai dan arti pada semua yang mereka rasakan sehingga mengasingkan manusia, manusia dari diri mereka sendiri. Hasil keberadaan pasar, khususnya pasar tenaga kerja menjauhkan kemampuan manusia untuk memperoleh kebahagiaan sejati, karena dia menjauhkan cinta dan persahabatan. Dia berpendepat bahwa dalam ekonomi klasik, menerima pasar tanpa memperhatikan kekayaan pribadi, dan pengaruh kebradaan pasar pada manusia. Sehingga sangat penting untuk mengetahui hubungan antra kekayaan pribadi, ketamakan, pemisahan buruh, modal dan kekayaan tanah, antara pertukaran dengan kompetisi, nilai dan devaluasi manusia, monopoli dan kompetisi dan lain-lain. Fokus kritiknya terhadap ekonomi klasik adalah, is tidak memeperimbangkan kekuatan produksi akan meruntuhkan hubungan produksi.

Hasil dari teori historis Karl Marx pada masyarakat antara lain :
masyarakat feudalisme, dimana faktor-faktor produksi berupa tanah pertanian dikuasai oleh tuan-tuan tanah.

Pada masa kapitalisme hubunganantara kekuatan dan relasi prodksi akan berlangsung, namunkarena terjadi peningkatan output dan kegiatanekonomi, sebagaimana feudalisme juga mengandung benih kehancurannya, maka kapitalismepun akan hancur dan digantikan dengan masyarakat sosialise.
Masa sosialisme dimana relasi produksi mengikuti kapitalisme masih mengandung sisa-sisa kapitlisme.
Pada masa komunisme, manusia tidak didorong untuk bekerja dengan intensif uang atau 
materi.

Menurut Karl Marx dalam komoditas dan kelas dapat dibagi menjadi dua kelas, yaitu:
kaum kapitalis (borjuis) yang memiliki alat-alat produksi.
Kaum buruh (proletar) yang tidak memiliki alat-alat produksi, ruang kerja, maupun bahan-bahan produksi.

Teori historis dari Karl Marx mencoba menerapkan nya ke dalam masyarakat, dengan meneliti antara kekuatan dan relasi produksi. Dimana nantinya akan terjadi sebuah kontradiksi, yang berakibat perubahan kekuatan produksi dari penggilingan tangan pada sistem feodal menjadi penggilingan uap pada sistem kapitalisme. Menurutnya satu-satunya biaya sosial untuk memproduksi barang adalah buruh.

Analisa karl marx tentang Kapitalisme
karl marx adalah salah satu penentang ekonomi kapitalis memunculkan akibat social yang tidak diinginkan dan sebagai pertentangan pada kapitalisme menjadi lebih nyata dari waktu ke waktu. Kritik karl marx ini tertuang pada hukum Karl Marx tentang kapitalisme, yang berisi tentang :

1. Surplus pengangguran

Pada konsep tentang surplus pengangguran ini, Karl Marx berpendapat bahwa selalu terjadi kelebihan penawaran tenaga kerja yang erdampak pada penekanan tingkat upah sehingga menjadi surplus value dan keuntungan tetap bernilai positif. Karl Marx melihat ada 2 faktor penyebab terjadinya surplus tenaga kerja ini. Pertama, yaitu Direct Recruitment yang terjadi akibat penggantian tenaga kerja manusia oleh mesin-mesin produksi. Kedua, Indirect Recruitment yang terjadi akibat adanya anggota baru tenaga kerja yang memasuki pasar tenaga kerja.

2. Penurunan tingkat keuntungan

Dalam model Karl Marx dirumuskan bahwa tingkat keuntungan (P) mempunyai hubungan positif dengan tingkat surplus Value (S’) dan mempunyai hubungan negative dengan organic komposition of capita (Q).
P=S’(1-Q)

Dengan asumsi bahwa surpus value dipertahankan untuk tidak berubah. Setiap kenaikan dalam organic composition of capital akan menghasilkan penurunan pada tingkat keuntungan, melalui mekanisme sebagai berikut.
Menurut Karl Marx ada pengaruh yang kuat para kapitalis untuk menghimpun modal. 

Penghimpunan modal ini berarti bahwa aka nada lebih banya fariabel modal yang digunakan untuk menambah tenaga kerja, sehingga akan menaikkan upah dan akan mengurangi tingkat pengangguran. Tingkat surplus value akan mengalami penurunan sebagai akibat dari naiknya upah, begitu juga tingkat laba juga akan turun. Para kapitalis akan bereaksi dengan mengganti tenaga kerja manusia dengan mesin dengan menambah organic composition of capital. Jika tingkat surplus value dipertahankan untuk tidak berubah maka kenaikan pada organic composition of capital akan mendorong tingkat keuntungan pada level yang lebih rendah.

3. Krisis Bisnis

Pada konteks krisis bisnis (depresi), Karl Marx berpendapat bahwa adanya perubahan orientasi atau tujuan dari proses produksi dari tujuan nilai guna pada zaman ekonomi barter berubah menjadi tujuan nilai tukar dan keuntungan saat dibawah kapitalisme, menyebabkan terjadinya fluktuasi ekonomi. Pada ekonomi barter, produse hanya menghasilkan barang untuk dikonsumsi sendiri atau ditukar dengan komoditi yang lain, sehingga pada saat ekonomi barter ini tidak pernah terjadi over produksi. Sedangkan ketika tujuan produksi berubah menjadi nilai tukar dan keuntungan maka terjadinya over produksi pada suatu perekonomian akan mungkin terjadi. Over produksi itu sendiri akan berdampak pada menurunnya tingkat keuntungan. Perubahan tingkat keuntungan tersebut akan berdampak pada pengeluaran untuk infestasi. Volatility dari pengeluaran infestasi inilah yang menurut pendapat Karl Mark merupakan penyebab umum dari fluktuasi pada keseluruhan aktifitas ekonomi. menghasilkan siklus bisnis, hal ini Karl Marx bercermin pada pertumbuhan dramatic pada industry tekstil di Inggris dengan mekanisme sebagai berikut. Adanya ledakan pada teknologi akan menyebabkan peningkatan akumulasi dari modal dan permintaan pada tenaga kerja. Jumlah pengangguran akan berkurang, tingkat upah akan naik, surplus value akan berkurang, dan tingkat surplus value akan berkurangdan akhirnya akan mengurangi tingkat keuntungan. Penurunan tingkat keuntungan akan menyebabkan penurunan akumulasi modal dan akan menyebabkan depresi. Namun menurut Karl Marx depresi ini mempunyai elemen yang akhirnya, cepat atau lambat akan menyebabkan ekspansi yang baru pada kegiatan ekonomi.

Teori klasik melihat bahwaadanya pasar di harapkan dapat memecahkan masalah alokasi sumber daya yang ada, hal ini akan menciptakan suatu kondisi keseimbangan dalam jangka panjang.

4. Jatuhnya nilai profit dan krisis bisnis

Dalam model Karl Marxian sebuah ekonomi klasik dengan jelas bergantung pada kapitalis itu sendiri yang berupaya untuk mengubah jumlah atau nilai profit dan mengubah ekspetasi profit dalam kaitannya dengan krisis bisnis. Karl Marx memakai hukumnya itu untuk menjelaskan fluktusi dalam jangka pendek dalam aktifitas ekonomi. Untuk memperoleh profit yang besar, aliran kapitalis menambah komposisi modal an ternyata hal itu justru menurunkan profit.

Kaum kapitalis secara periodic akan berusaha menanggulangi jatuhnya nilai profit dengan mengurangi infestasi secara berlebih yang dapat menyebabkan aktifitas ekonomi mengalami fluktuasi yang nantinya bias menyebabkan krisis.
Karl Marx mengatakan bahwa fakor yang menyebabkan fluktuasi dalam aktifitas bisnis, yaitu: jatuhnya nilai profit, factor teknologi baru yang tidak sama, dan tidak proporsionalnya pengembangan dalam suatu sector ekonomi yang nantinya dapat menyebabkan penurunan dalam level kegiatan ekonomi.

Fluktuasi menurutnya terjadi dalam suatu system karena pada dasarnya kebanyakan dari aktifitas kapitalis cenderung ingin mencari jumlah profit sebanyak mungkin.
Adapun teori karl marx tentang krisis bisnis mungkin banyak terdapat kekurangan secara internal, tidak diragukan lagi bahwa pandangannya tentang kapitalis secara mendasar belum stabil. Meskipun begitu, visi dari karl marx tentang teori kapitalis ini secara lebih lanjut tidak mendapat smabutan oleh teori orthodox sapai tahun 1930.

5. Konsentrasi modal

Meskipun model karl marx memberi asumsi mengenai adanya pasar persaingan sempurna dengan jumlah yang besar untuk perusahan-perusahan kecil dalam tiap –tiap industry, namun karena ketatnya persaingan maka akan mengarah pada jatuhnya industry-industri kecil sehingga akan mengurangi persaingan.
Untuk mengurangi adanya persaingan salah satunya dengan peusatan modal. Pemusatan modal ini terjadi melalui sebuah redistribusi pada modal. Karl Marx menujukan bahwa perusahaan yang besar lebih bias mencapai skala ekonomi yang lebih baik ketimbang perusahaan yang kecil, hal ini disebabkan karena perusahaan yang besar itu dapat memproduksi dengan biaya yang rendah. Persaingan diantara perusahaan yang besar dan yang kecil menghasilkan pertumbuhan monopoli. Penambahan modal secara lebih jauh dengan mengembangkan sistem kredit dan kerja sama dalam bentuk organisasi bisnis.

6. Bertambahnya kesengsaraan kaum proletar

kontradiksi kapitalisme menurut marx menyebabkan bertambahnya tingkat kesengsaraan pada kaum proletar. Bertambahnya kesengsaraan secara absolut menunjukkan pendapatan dari masyarakat secara global menurun dalam sistem kapitalis dan juga menunjukan bahwa bagian pendapatan nasional mereka menjadi turun di kemudian hari.
Hingga pada akhirnya marx berasumsika secara konsisten bahwa hal yang harus dilakukan untuk menghilangkan kesengsaraan, yakni dengan lebih memperhatikan pada kualitas hidup mereka.


Posted by Kelompok 11 On 06.45
Irving Fisher merupakan seorang ahli ekonomi sekaligus aktivis kesehatan berkebangsaan Amerika Serikat. Beliau merupakan salah satu ahli ekonomi neoklasik Amerika yang pertama. Ia juga merupakan selebritas ekonomi pertama. Reputasinya saat ini mungkin lebih tinggi daripada masanya. Beberapa istilah menggunakan namanya, seperti Persamaan Fisher, Hipotesis Fisher, dan Teorema Pemisahan Fisher.
Fisher dilahirkan di negara bagian New York pada tahun 1867. Ia belajar sains dan filsafat di Yale.. Di sini ia memiliki berbagai kepentingan. Sebagai contoh, ia menerbitkan puisi dan bekerja pada astronomi, mekanik, dan geometri. Terlepas dari semua kepentingan ini, Fisher paling tertarik pada matematika dan ekonomi. Pada saat itu, Yale tidak mempunyai Departemen Ekonomi. Terlepas, Fisher dilanjutkan dengan kepentingan dan mendapat gelar Ph.D. pertama in economics ever awarded by Yale. ekonomi yang pernah diberikan oleh Yale. Oleh karena itu Fisher tinggal di Yale untuk seluruh karier.
Fisher memiliki banyak kepentingan. Karena berkembang dan bertahan TBC di awal 30-an Fisher memiliki minat besar di bidang kesehatan dan kebersihan. Dia menulis best seller nasional berjudul How to Live: Aturan untuk Hidup Sehat Berdasarkan Modern Science. Fisher juga adalah seorang penemu. Perusahaannya bergabung dengan yang lain untuk membentuk Remington Rand, yang kemudian dikenal sebagai Sperry Rand. Merger ini membuat pria yang sangat kaya. Namun, ia kehilangan banyak kekayaan ini di pasar saham crash pada tahun 1929. Selama hidupnya Fisher juga berkampanye untuk Larangan, perdamaian, dan egenetika. Fisher died in New York April 29, 1947. Fisher meninggal di New York April 29, 1947.


Fisher adalah ekonom matematika. Namun, tidak seperti banyak akademisi ia juga penulis yang sangat jelas. Jadi, ia menjadi Fisher adalah pendiri atau presiden kedua Econometric Society dan American Economic Association. Meskipun ia rusak reputasinya dengan bersikeras selama masa Depresi Hebat pemulihan yang  dekat.

Irving Fisher adalah salah satu matematika terbesar Amerika ekonom dan salah satu penulis ekonomi paling jelas sepanjang masa. Dia memiliki kecerdasan untuk menggunakan matematika dalam hampir semua teori dan pengertian yang baik untuk memperkenalkan hanya setelah ia jelas menjelaskan prinsip-prinsip sentral dalam kata-kata. Dan dia menjelaskan dengan sangat baik. Teori Fisher Menarik ditulis dengan jelas bahwa mahasiswa pascasarjana ekonomi, yang masih belajar hari ini, sering menemukan bahwa mereka bisa membaca-dan mengerti-setengah buku dalam satu duduk. Dengan tulisan-tulisan lain dalam ekonomi teknis, ini tidak pernah terjadi.

Meskipun ia rusak reputasinya dengan bersikeras selama masa Depresi Hebat pemulihan yang sudah dekat, model-model ekonomi kontemporer minat dan modal didasarkan pada prinsip-prinsip Fisherian. Demikian pula, monetarisme didasarkan pada prinsip-prinsip Fisher uang dan harga.


Seperti banyak Klasik ekonom, Fisher memiliki latar belakang yang bervariasi. Ia dilahirkan di New York State pada tahun 1867 dan spesialisasi pertama adalah matematika. Dia lulus dari Yale dengan gelar BA dalam bidang matematika, tapi kemudian ia berpaling kepada ekonomi, memperoleh gelar PhD, dan sangat berpengaruh dalam berbagai bidang. Satu daerah tertentu adalah angka indeks pembangunan - matematika teknik yang sangat berharga dalam ilmu ekonomi. Angka indeks yang kita gunakan saat ini termasuk indeks FTSE untuk mengukur nilai-nilai berbagi dan RPI untuk mengukur inflasi. 



Ia juga menulis tentang dan berkampanye untuk perdamaian dunia, sehat dan gaya hidup sehat dan sering dianggap oleh para koleganya sebagai sesuatu yang eksentrik. Pengaruhnya memudar menjelang akhir kariernya, tapi ia meninggalkan warisan teori yang masih sangat penting bagi kami. Banyak Klasik dan teori monetaris inflasi didasarkan pada-Nya (Fisher) Persamaan Exchange.Ekonom Amerika Irving Fisher (1867-1947) membuat kontribusi penting dan orisinal di bidang ekonomi, matematika, statistik, demografi, kesehatan masyarakat dan sanitasi, dan urusan publik. Maka hampir tidak mungkin untuk berlaku adil terhadap Fisher banyak kontribusi ekonomi dan statistik, namun tulisan-tulisannya tentang teori dan kebijakan moneter dan angka indeks telah memperoleh pengakuan khusus. Dia dibawa ke tulisannya yang kejernihan, ketepatan analitis, dan kekakuan dari matematikawan yang dicapai.
 



Translate

Chatbox


Try Relay: the free SMS and picture text app for iPhone.